SEKOLAH CODING & AI BUSINESS
SEKOLAH CODING & AI BUSINESS
Program pelatihan berbasis praktik yang dirancang untuk membantu perusahaan dan tenaga kerja industri memahami penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam operasional manufaktur modern agar lebih efisien, produktif, dan berbasis data.
Kelas ini membahas bagaimana AI digunakan untuk membantu:
meningkatkan efisiensi produksi,
mengurangi human error,
mempercepat analisa operasional,
meningkatkan kualitas produk,
mengurangi downtime mesin,
hingga mendukung pengambilan keputusan industri secara lebih akurat.
Program ini sangat cocok untuk perusahaan yang sedang menuju transformasi digital dan implementasi smart manufacturing.
Gambar Pelatihan 1
Gambar Pelatihan 2
Gambar Pelatihan 3
Program ini cocok untuk:
Industri manufaktur
Supervisor produksi
Tim PPIC
QC & QA
HSE & safety officer
Maintenance & engineering
Supply chain team
Warehouse & inventory staff
Operational manager
Industri yang sedang digitalisasi
Peserta akan memahami bagaimana AI digunakan untuk membantu:
forecasting produksi,
perencanaan kapasitas,
monitoring proses produksi,
analisa target produksi,
dan efisiensi operasional manufacturing.
Materi juga membahas bagaimana AI membantu pengambilan keputusan produksi berbasis data.
Peserta akan belajar bagaimana AI digunakan untuk:
monitoring kualitas produk,
digital checklist inspection,
analisa defect,
audit kualitas,
dan evaluasi performa quality control.
Tujuannya untuk meningkatkan konsistensi kualitas produk dan mengurangi potensi cacat produksi.
Materi ini membantu peserta memahami konsep predictive maintenance menggunakan AI untuk:
monitoring kondisi mesin,
prediksi kerusakan,
pengelolaan jadwal maintenance,
dan pengurangan downtime mesin.
Peserta akan memahami bagaimana data operasional digunakan untuk meningkatkan efektivitas maintenance industri.
Peserta akan belajar bagaimana AI membantu:
forecasting kebutuhan barang,
monitoring distribusi,
pengelolaan inventory,
optimasi supply chain,
dan efisiensi logistik perusahaan.
Materi membantu perusahaan memahami strategi supply chain berbasis data dan teknologi modern.
Peserta akan memahami bagaimana AI digunakan untuk meningkatkan sistem keselamatan kerja melalui:
identifikasi risiko,
digital safety inspection,
monitoring incident,
analisa potensi bahaya,
dan dashboard monitoring keselamatan kerja.
Tujuannya untuk meningkatkan budaya safety dan meminimalkan risiko operasional.
Peserta akan dikenalkan pada konsep dashboard digital untuk monitoring:
produksi,
kualitas,
maintenance,
HSE,
dan operasional industri secara real-time.
Peserta juga akan memahami bagaimana visualisasi data membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
✅ Praktik berbasis studi kasus industri
✅ Simulasi penerapan AI di manufaktur
✅ Pendampingan mentor berpengalaman
✅ Materi mudah dipahami non-programmer
✅ Diskusi implementasi industri nyata
Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan:
memahami penerapan AI dalam industri modern,
meningkatkan efisiensi operasional,
memahami konsep smart manufacturing,
mampu membaca dan memanfaatkan data operasional,
serta memahami strategi digitalisasi industri berbasis AI.
🎁 Template dashboard industri
🎁 Studi kasus smart manufacturing
🎁 Modul pembelajaran digital
🎁 Grup konsultasi implementasi AI
🎁 Sertifikat pelatihan
Membantu industri dan tenaga kerja manufaktur beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI dan transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri modern.
Tetapi Tentang Data, Efisiensi, dan Teknologi Cerdas.”
Cobain GRATIS! Pelatihan Berbasis Project yang Bikin Dampingi Kamu Sampai Dapat Penghasilan
Dibuka pelatihan GRATIS untuk kamu yang ingin merasakan langsung vibes pelatihan berbasis project di Link Productive 🚀
Belajar bukan cuma teori — kamu akan langsung praktik, eksplor ide, dan merasakan pengalaman nyata seperti di dunia kerja & bisnis.
Cocok untuk:
Mahasiswa & fresh graduate
Calon entrepreneur
Siapa pun yang ingin upgrade skill secara nyata
Tempat terbatas setiap minggunya.
Yuk coba dulu, rasakan bedanya!
SHARING ALUMNI TEKNO AI BUSINESS ACADEMY - By Link Productive
Tekno AI Business Academy - Sharing Alumni - Arman
Tekno AI Business Academy - Sharing Alumni - Arsyi
SUCCESS STORY ALUMNI SEKOLAH CODING & AI BUSINESS - TEKNO AI ACADEMY
Alumni Tekno AI Academy by Link Productive berhasil menguasai skill coding dan AI yang langsung diterapkan dalam proyek nyata. Mereka mampu membangun portofolio digital seperti website dan sistem berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan industri. Kini, banyak alumni telah bekerja di bidang teknologi, menjadi freelancer, atau mengembangkan bisnis digital secara lebih efisien.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier Strategis di Dunia Perbankan
Nur’afni Bulandari, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari pengelolaan administrasi HR, pengembangan sistem kerja, hingga memahami peran strategis HR & GA dalam mendukung pertumbuhan bisnis.
Pengalaman nyata tersebut membentuk kemampuan profesional, komunikasi, serta pemahaman mendalam tentang dunia kerja. Lingkungan yang suportif dan penuh kolaborasi membuatnya mampu berkembang dan berkontribusi secara maksimal dalam setiap project yang dijalankan.
Hasilnya, Nur’afni kini berkarier sebagai SME Relationship Manager di PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dengan mitra bisnis nyata mampu mempercepat kesiapan kerja dan membuka peluang karier di industri profesional.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier Profesional di Bidang HR
Yazid Ali Samanhudi, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari komunikasi bisnis, pengelolaan SDM, hingga memberikan rekomendasi strategis di bidang Human Resource dan General Affair.
Pengalaman terjun langsung ke project nyata membuat Yazid mengasah kemampuan kerja tim, problem solving, serta keberanian dalam memberikan insight yang berdampak bagi pengembangan bisnis. Proses ini juga didukung dengan lingkungan belajar yang kolaboratif bersama mentor berpengalaman.
Hasilnya, Yazid kini berhasil berkarier sebagai Human Resource Specialist di PT Tiga Putra Raja Banten. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dengan mitra bisnis nyata mampu membentuk skill siap kerja dan membuka peluang karier lebih cepat di dunia industri.
Success Story: Dari Project UMKM ke Pengalaman HR di Instansi Pemerintah
Intan Sakhety Mahar, mahasiswi Universitas Lampung, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari memahami proses pengelolaan SDM, administrasi HR, hingga mengembangkan keterampilan komunikasi dan koordinasi tim dalam konteks bisnis nyata.
Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat skill teknis di bidang HR, tetapi juga membentuk kemampuan teamwork, leadership, dan public speaking melalui lingkungan belajar yang suportif dan kolaboratif lintas universitas.
Hasilnya, Intan berhasil mendapatkan kesempatan magang sebagai Human Resource di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman nyata bersama mitra bisnis mampu mempercepat pengembangan skill dan membuka peluang karier di dunia profesional.
Success Story: Dari Project HR UMKM ke Peran Strategis Human Capital
Fina Bidayannashiroh, mahasiswa Universitas Mercu Buana, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari pengelolaan administrasi HR, proses rekrutmen, hingga penerapan psikotes dan pendekatan Industrial Psychology dalam pengembangan SDM.
Pengalaman tersebut membentuk kombinasi skill praktis, baik softskill maupun hardskill di bidang Human Resource & General Affair. Didukung dengan pengalaman berbagi ilmu psikologi serta keterlibatan langsung dalam project nyata, Fina memiliki kesiapan kerja yang lebih matang dan aplikatif.
Hasilnya, Fina kini berkarier sebagai Human Capital Talent Performance & Management di PT Satyalaksana Sangkala Adikarim Perkasa. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman nyata bersama mitra bisnis mampu membuka peluang karier lebih cepat di bidang Human Capital.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier Profesional di Bidang HR & GA
Khadafi Ahmad, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari pengelolaan administrasi, penguatan sistem HR & GA, hingga melatih kemampuan problem solving dalam situasi nyata bisnis.
Pengalaman tersebut membentuk pola pikir yang lebih kritis, cepat, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai tantangan kerja. Tidak hanya hard skill, Khadafi juga mengasah soft skill yang menjadi kunci kesiapan memasuki dunia profesional.
Hasilnya, Khadafi kini berkarier sebagai General Affair Staff di PT Jasa Raharja (Persero). Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman langsung dengan mitra bisnis mampu meningkatkan kesiapan kerja dan membuka peluang karier lebih cepat.
Success Story: Mengasah Skill HR dari Project UMKM Nyata
Masayu Nadia Salsabila, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, memulai perjalanannya melalui program AI for HR & GA di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan langsung ilmu manajemen sumber daya manusia melalui pendampingan mitra UMKM—mulai dari pengelolaan SDM, administrasi GA, hingga memahami kebutuhan organisasi secara nyata.
Pengalaman tersebut memperkuat skill praktis, kemampuan kerja tim, serta kesiapan menghadapi dunia profesional. Didukung dengan lingkungan kolaboratif bersama tim MSIB dan Link Productive, Masayu mampu berkembang dan mengaplikasikan ilmunya secara langsung di lapangan.
Kisah ini membuktikan bahwa belajar HR dan bisnis berbasis project nyata tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga untuk membangun karier sejak dini.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier Finance Profesional
Vania Talitha Veda, mahasiswi Universitas Islam Indonesia, memulai perjalanannya melalui program AI for Finance di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Selama program berlangsung, Vania terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari menyusun laporan keuangan, mengelola arus kas, hingga menggunakan aplikasi akuntansi untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Pengalaman nyata tersebut membentuk ketelitian, kemampuan analisis keuangan, serta pemahaman praktis dunia finance yang siap diterapkan di industri. Lingkungan belajar yang kolaboratif juga mendukung Vania untuk berkembang lebih cepat dan percaya diri.
Hasilnya, Vania kini berhasil berkarier sebagai Finance – Account Receivable di MyRobin.id. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman langsung dengan mitra bisnis mampu membuka peluang karier lebih cepat di bidang keuangan.
Success Story: Dari Project Keuangan UMKM ke Karier Profesional
Calista Zahra Maharani, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, memulai perjalanannya melalui program AI for Finance di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung sebagai Finance Supervisor dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari pengelolaan keuangan, analisis laporan, hingga penerapan sistem keuangan yang lebih efektif dan terstruktur.
Pengalaman praktik langsung tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman finansialnya, tetapi juga mengasah berbagai skill penting seperti problem solving, komunikasi, dan adaptasi di dunia kerja. Didukung oleh mentor berpengalaman dan lingkungan yang kolaboratif, Calista mampu berkembang dengan cepat sekaligus membangun relasi profesional.
Hasilnya, Calista kini telah berkarier di dunia kerja. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman nyata bersama mitra bisnis UMKM mampu meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang karier lebih cepat.
Success Story: Dari Project Keuangan UMKM ke Karier Akuntan Profesional
Dwi Rahmasari K, mahasiswa Universitas Bina Bangsa, memulai perjalanannya melalui program AI for Finance di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM, khususnya dalam sistem pencatatan dan pengelolaan keuangan—mulai dari memahami arus kas, laporan keuangan, hingga membantu meningkatkan ketertiban finansial bisnis.
Pengalaman tersebut tidak hanya membangun keterampilan teknis di bidang keuangan, tetapi juga mengasah soft skill seperti komunikasi, tanggung jawab, dan problem solving melalui kasus nyata di lapangan.
Hasilnya, Dwi kini berhasil berkarier sebagai Akuntan di Badan Gizi Nasional Lampung. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dengan mitra UMKM mampu meningkatkan kesiapan kerja sekaligus membuka peluang karier di bidang keuangan secara lebih cepat.
Success Story: Dari Project UMKM ke Implementasi Nyata Sistem HSE di Industri
Miftachurrohman, mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret, memulai perjalanannya melalui program AI for HSE di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra bisnis UMKM, sekaligus mendapatkan pengalaman nyata dalam membangun dan mengimplementasikan Sistem Manajemen K3 (SMK3) sesuai standar regulasi.
Melalui pengalaman tersebut, Miftachurrohman tidak hanya memahami konsep keselamatan kerja, tetapi juga mampu menerapkannya langsung di dunia industri. Ia mendapatkan kepercayaan untuk terjun langsung dalam implementasi SMK3 berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012—sebuah pengalaman yang jarang didapatkan sejak masih kuliah.
Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan keterlibatan langsung dengan mitra bisnis nyata mampu membentuk skill aplikatif dan kesiapan kerja yang lebih unggul sejak dini.
Success Story: Dari Project UMKM ke Dunia Industri HSE
Rachel Alma Syevina Putri, mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret, memulai perjalanannya melalui program AI for HSE di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari memahami aspek keselamatan kerja, identifikasi risiko, hingga membantu merancang sistem kerja yang lebih aman dan produktif.
Pengalaman nyata tersebut membentuk pemahaman praktis tentang HSE serta kemampuan kolaborasi lintas tim. Rachel juga mendapatkan kesempatan berharga untuk terlibat dalam inisiasi penerapan SMK3, yang memperkuat kesiapan dirinya menghadapi dunia industri.
Hasilnya, Rachel kini menjalani magang di PT Asahimas Flat Glass Tbk. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan keterlibatan langsung dalam pendampingan bisnis mampu membuka peluang karier dan pengalaman industri sejak dini.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier di Instansi Nasional
Syifa Mar’atussolihah, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, memulai perjalanannya melalui program AI for HSE di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari identifikasi risiko kerja, penerapan standar K3, hingga pengelolaan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
Pengalaman nyata tersebut membentuk pemahaman praktis di bidang Health, Safety, and Environment, sekaligus melatih ketelitian, analisis risiko, dan kesiapan menghadapi tantangan di dunia kerja. Didukung dengan bimbingan mentor dan exposure langsung ke lapangan, Syifa berkembang dengan cepat.
Hasilnya, Syifa kini berhasil berkarier di Badan Pusat Statistik. Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan keterlibatan langsung dengan mitra bisnis mampu membuka peluang karier lebih luas, bahkan hingga ke instansi nasional.
Success Story: Dari Project UMKM ke Skill Profesional HSE Berbasis AI
Ihya Faizul Iman, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, memulai perjalanannya melalui program AI for HSE di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM, mulai dari identifikasi risiko kerja, penerapan standar HSE, hingga menyelesaikan berbagai project berbasis kondisi nyata di lapangan.
Melalui pengalaman tersebut, Ihya tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengasah skill praktis, problem solving, serta cara kerja profesional sebagai HSE Supervisor. Dukungan mentor yang intensif dan lingkungan kolaboratif membuat proses belajarnya semakin optimal.
Kisah ini membuktikan bahwa belajar berbasis project nyata bersama mitra bisnis tidak hanya meningkatkan skill, tetapi juga membentuk kesiapan karier sejak masih kuliah.
Success Story: Dari Project UMKM ke Posisi Strategis di Industri
Muhammad Hatta Ilham, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, memulai perjalanannya melalui program berbasis project di Link Productive. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari analisis, komunikasi, hingga memberikan strategi pengembangan bisnis yang berdampak.
Pengalaman nyata tersebut membentuk skill praktis dan pemahaman industri yang kuat. Hasilnya, Hatta kini dipercaya sebagai PPIC Unit Head di PT Mayora Indah Tbk.
Kisah ini membuktikan bahwa belajar digital marketing dan bisnis lewat project nyata bukan hanya menambah skill, tapi juga membuka peluang karier yang lebih cepat dan lebih tinggi.
Success Story: Dari Project UMKM ke Dunia Industri PPIC & Production
Wahyu Hadi Sutiyono, mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta, memulai perjalanannya melalui program AI for PPIC & Production di Link Productive dengan pendekatan berbasis project. Dalam program ini, ia tidak hanya belajar konsep, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan mitra UMKM—mulai dari memahami alur produksi, perencanaan PPIC, hingga mengoptimalkan proses bisnis menggunakan pendekatan berbasis teknologi dan AI.
Pengalaman nyata tersebut membentuk kemampuan analisis, pemahaman operasional, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Didukung dengan pembekalan wawancara, psikotes, dan exposure ke industri, Wahyu berkembang dengan cepat dalam lingkungan belajar yang kolaboratif.
Hasilnya, Wahyu kini berhasil berkarier di PT Parkland World Indonesia (PWI). Kisah ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis project dan pengalaman langsung dengan mitra bisnis mampu mempercepat kesiapan kerja dan membuka peluang karier di industri.
Success Story: Dari Project UMKM ke Karier di Bidang PPIC & Production
Rurit Usdiantiningsih, mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta, memulai perjalanannya melalui program AI for PPIC & Production di Link Productive dengan metode pembelajaran berbasis project. Dalam program ini, ia terlibat langsung dalam pendampingan mitra bisnis UMKM, memahami alur kerja PPIC, serta mengasah kemampuan dalam mengelola perencanaan dan proses produksi secara nyata.
Tidak hanya itu, Rurit juga mendapatkan pembekalan karier seperti review CV, LinkedIn, portofolio, serta latihan psikotes yang memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja. Pengalaman praktis yang tidak didapat di bangku kuliah ini menjadi bekal penting dalam pengembangan dirinya.
Hasilnya, Rurit kini berhasil berkarier di Mempeng Pilar Kreasi. Kisah ini membuktikan bahwa belajar berbasis project dengan keterlibatan langsung di dunia bisnis mampu meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja lebih cepat.