Laporan Berdampak - Berbasis SROI & SDGS
Program Inkubator Bisnis -
UMKM Naik Kelas Kota Cilegon
Program Inkubator Bisnis -
UMKM Naik Kelas Kota Cilegon
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon Tahun 2025
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon Tahun 2025
Program ini merupakan kolaborasi bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon Tahun 2025 untuk memperkuat kapasitas, daya saing, dan keberlanjutan UMKM lokal melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan akses pasar.
Melalui pendekatan SROI & SDGs, setiap kegiatan diukur bukan hanya dari output, tetapi dari nilai manfaat sosial, ekonomi, serta kontribusinya terhadap pertumbuhan UMKM dan ekonomi Kota Cilegon secara berkelanjutan.
Program Inkubator Bisnis UMKM Naik Kelas Kota Cilegon 2025 berhasil mencatatkan capaian yang signifikan dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi antara Link Productive dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon, program ini menghasilkan:
Rp 429.066.000 pendapatan dari kontrak kerja sama baru
23,84% rata-rata peningkatan pendapatan UMKM
41 tenaga kerja baru yang berhasil direkrut
Didukung oleh 5 coach, 10 pendamping, dan 50 peserta aktif
Terhubung dengan 60 mitra business matching
Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membuka akses pasar, memperluas jejaring bisnis, serta menciptakan lapangan kerja baru.
Sebuah bukti bahwa inkubasi yang terstruktur, kolaboratif, dan terukur mampu mendorong UMKM naik kelas secara nyata dan berkelanjutan.
Program Inkubator Bisnis UMKM Naik Kelas Kota Cilegon 2025 tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Cilegon, program ini berkontribusi pada:
SDG 1 – Tanpa Kemiskinan: Peningkatan pendapatan UMKM melalui transaksi baru dan perluasan pasar.
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Pelatihan berbasis praktik yang memperkuat kompetensi bisnis dan manajerial.
SDG 8 – Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi: Terciptanya transaksi bernilai ratusan juta rupiah dan puluhan tenaga kerja baru.
SDG 9 – Industri, Inovasi & Infrastruktur: Penguatan standar produksi, SOP, branding, dan legalitas UMKM agar masuk ke pasar modern.
SDG 10 – Mengurangi Kesenjangan: Akses UMKM mikro ke pasar korporasi, rumah sakit, dan retail.
SDG 11 – Kota & Komunitas Berkelanjutan: Penguatan ekonomi lokal yang lebih tangguh dan inklusif.
SDG 12 – Konsumsi & Produksi Berkelanjutan: Penerapan efisiensi, higienitas, dan pengelolaan produksi yang lebih baik.
SDG 17 – Kemitraan untuk Tujuan: Terbangunnya kolaborasi multipihak antara pemerintah, inkubator, industri, dan komunitas.
Program ini membuktikan bahwa inkubasi bisnis yang terstruktur tidak hanya mendorong UMKM naik kelas, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat daerah.